Flower Four ~ F4



Lets begun, cerita kali ini tentang masa-masa aq dulu ngefans sama sebuah grup vocal asal Taiwan. Siapakah mereka? Okey, aq mulai tertarik pada group vocal ini saat mereka membintangi serial drama Meteor Garden. Group vocal ini terdiri dari 4 orang, yaitu Jerry yan, Vic zhou, Vannes wu dan Ken zhu. Yapz, nama grup vocal ini adalah F4, aq g tau kepanjangan dari F4 itu apa, ada yang bilang itu singkatan dari Flower four, 4 pria yang bisa tumbuh dengan mempesona dan memukau siapa saja yang memandang seperti layaknya bunga yang bermekaran. Ada juga yang bilang itu singkatan dari Fantastic four, empat orang yang lehadirannya mengejutkan dan dapat membuat banyak orang kagum terhadapnya. Whatever lah… apapun maknanya, tetep aja dulu aq ngefans berat sama mereka ini.

Seberapa ngefans sih aq ke F4 ini?

BANGET. Ngefans yang pake

Hello world... my name is Riza.
nama saya Riza Anila, saya dilahirkan di sebuah desa Transmigrasi di kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. desa itu bernama desa Sausu Trans. terletak sekitar 3 jam dari kota Palu, dan 3 jam dari kota Poso.
saya dilahirkan pada tahun 1990, di bulan Juni. masalah tanggal, saya memiliki 2 versi tanggal lahir, yaitu 26 dan 29. pada masa masa sekolah dulu saya lebih suka dengan tanggal 26. tapi entah mengapa setelah memasuki tahun kedua di perkuliahan, saya lebih suka memakai tanggal 29 sebagai tanggal lahir saya.
sewaktu kecil, saya adalah anak ke 6 dari 11 bersaudara. namun yang bertahan hidup sampai sekarang ada 9 orang, yaitu 4 kakak saya, kemudian saya sendiri, dan 4 adik saya. saya adalah center Line dalam urutan saudara saya.
saya memiliki kepribadian yang nakal, pemurung, sensitif, cengeng, suka mengadu dan mudah tersinggung. saya ingat, saya selalu berkaca-kaca jika mengikuti lomba di taman kanak-kanak tanpa di dampingi ibu saya. dan saya selalu menangis ketika di jahili oleh teman saya. saya mudah tersinggung dan suka mengadu kepada orang tua ketika kakak menjahili saya.
sebelum menginjak sekolah dasar, saya selalu di jahili oleh saudara-saudara saya. pernah suatu ketika, saat saya belum sekolah dan belum memiliki adik, kakak tertua saya yg saat itu pulang dari Jogjakarta, membawakan oleh-oleh boneka2 kecil yang lucu dan imut. boneka itu memiliki berbagai macam bentuk dan warna, ada boneka gajah berwarna hitam, banteng berwarna coklat, dinosaurus berwarna biru, dan burung berwarna hijau. saat itu kami masih di dalam mobil dalam perjalanan dari pelabuhan menjemput kakak dan hendak pulang kerumah yang berjarak kurang lebih 3 jam. saat itu, ayah yang menyetir mobil kami dan menghentikannya di bawah pohon besar di pinggir sungai. saya dan saudara yang lain segera turun menikmati pemandangan indah di bawah pohon sambil melepas penat dari dalam mobil. saking enaknya bermain, saya tidak sadar kalau ternyata semua kakak saya sudah masuk kedalam mobil. tidak berapa lama saya pun menyusul masuk. saya terkejut ketika melihat ketiga kakak saya, masing - masing memegang satu boneka kecil yang lucu. lalu saya tanyakan pada ibu, dimana boneka untuk saya. ibu menunjuk sebuah kardus yang telah di obrak abrik, kata beliau bonekanya ada disitu. dengan semangat saya mencari-cari boneka milik saya. saat ketemu, saya terkejut karena mendapati boneka yang tersisa adalah boneka burung berwarna hijau. ia tidak memiliki sayap, hanya memiliki paruh dan buntut. dan lagi ia tidak memiliki kaki, sehingga boneka itu tidak dapat berdiri. terlebih lagi saat ku lihat-lihat, bonekaku hanya memiliki satu mata karena mata yang satu copot. berbeda dengan boneka ketiga kakak saya yang bisa berdiri karena memiliki kaki dan bentuknya sempurna. dengan wajah sedih saya mengadu pada ibu.
"ibu, mata bonekanya hilang satu, saya mau tukar dengan punya kakak yang bagus itu". lalu dengan sigap kakak lelakiku menjawab,
"jangan... jangan di tukar.. bonekamu itu sudah bagus.. leih bagus dari punya kami.."
"tapi bonekaku tidak bisa berdiri..." jawabku sambil mencoba memberdirikannya. kakak lelakiku mengambil boneka burungku.
"justru ini bagus banget... coba km liat, dia bisa terbang...." katanya sambil menerbangkan boneka burungku di tangannya. aku masih tidak puas dan menginginkan boneka kakak lelakiku yang berbentuk dinosaurus mungil berwarna biru. "bonekamu paling bagus nih,,,, bisa terbang,,, padahal boneka yang lain kan g bisa terbang.. jadi bonekamu yang menang..." lalu karena ketidak berdayaan aku pasrah dan menerima apa yang telah tersisa untukku itu. namun kakak2 ku berpesan, jika suatu saat aku ingin bertukar boneka dalam bermain, mereka akan mengizinkanku. dengan sangat bahagia aku meminjam satu persatu boneka mereka, kemudian setelah puas memegang dan memandangi boneka-boneka itu, aku kembali ke pangkuan ibuku dengan boneka burung di tanganku. kemudian kami melanjutkan perjalanan dan sampai di rumah dengan selamat.

my June

bulan ini adalah bulan pembongkaran...
dimana transisi menuju tahun berikutnya dalam hidupku akan tiba.
disini adalah bulan tanpa toleransi,,,

tetap tenang dan bersikap dewasa adalah pilihan yang mudah.
namun bukan sebuah perjalanan yang mudah pula...
karna teori dan fakta kadang tak berjalan seiringan,
karna terkadang harus ada hitam di atas putih...

konflik dan permasalahan adalah hal yang lumrah,
dan harus selalu ada, sebagai tanda bahwa raga ini masih mengandung nyawa...
betapapun sulitnya, betapapun susahnya...
masalah dan konflik tetaplah satu kewajiban yang harus di hadapi dan di selesaikan,
bukan kemudian dibiarkan dan dihindari.
karena ketika kita berteman dan berdamai dengan masalah,
kita akan sadar, betapa penting dan berharganya keberadaan mereka dalam hidup ini...

Serat Darmogandul

Ingatlah ketika kerajaan Majapahit diserang Raden Patah
Prabu Brawijaya melarikan diri bersama Sabdo Palon
Kemudian Sunan Kalijaga berhasil menemukannya
Setelah berdebat maka Prabu Brawijaya masuk agama Islam.

Serat Darmogandul merupakan serat yang berisi cerita tentang dialog antara tokoh-tokoh pada jaman dulu kala di Indonesia. Dalam serat ini pula didapatkan cerita berubahnya keyakinan Prabu Brawijaya dari agama Buddha beralih ke agama Islam. Akan tetapi karena serat Darmogandul dinilai banyak pihak sebagai naskah yang bermuatan penghinaan terhadap Islam, maka serat tersebut dilarang beredar. Larangan inilah yang membuat Serat Darmogandul susah untuk diperoleh kembali. Kalaupun ada yang menemukan serat tersebut, biasanya masih asli berbahasa jawa dan belum diterjemahkan ataupun sudah diterjemahkan namun hanya potongan pendek saja. Akan tetapi alangkah senangnya karena kini telah ditemukan terjemahan lengkap Serat Darmogandul tersebut. Bagi anda yang ingin membacanya silahkan beranjak ke http://www.indoforum.org/showthread.php?t=37753 Berikut saya cuplikkan sedikit yang ada dalam Serat Darmogandul pada bagian dialog antara Sunan Kalijaga dengan Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon di bawah ini :

Ganti yang diceritakan, perjalanan Sunan Kalijaga dalam mencari Prabu Brawijaya, hanya diiringkan dua sahabat. Perjalanannya terlunta-lunta. Tiap desa dihampiri untuk mencari informasi. Perjalanan Sunan Kalijaga melewati pesisir timur Pulau Jawa, menurutkan bekas jalan-jalan yang dilalui Prabu Brawijaya.

Sunan Kalijaga sang negosiator ulung

Perjalanan Prabu Brawijaya sampailah di Blambangan, Karena merasa lelah kemudian berhenti di pinggir mata air. Waktu itu pikiran Sang Prabu benar-benar gelap. Yang ada di hadapannya hanya abdi berdua, yaitu Nayagenggong dan Sabdapalon. Kedua abdi tadi tidak pernah bercanda, dan memikirkan peristiwa yang baru saja terjadi. Tidak lama kemudian Sunan Kalijaga berhasil menjumpainya. Sunan Kalijaga bersujud menyembah di kaki Sang Prabu. Sang Prabu kemudian bertanya kepada Sunan Kalijaga, “Sahid! Kamu datang ada apa? Apa perlunya mengikuti aku?”

Sunan Kalijaga berkata, “Hamba diutus putra Paduka, untuk mencari dan menghaturkan sembah sujud kepada Paduka dimanapun bertemu. Beliau memohon ampun atas kekhilafannya, sampai lancang berani merebut tahta Paduka, karena terlena oleh darah mudanya yang tidak tahu tata krama ingin menduduki tahta memerintah negeri, disembah para bupati. Sekarang putra Paduka sangat merasa bersalah. 

Template by:

Free Blog Templates