perasaan itu...? :)

hay... siang ini terasa panas yah... fyuuuuhhhhh..

mungkin kalian yang membaca blog ini merasa aneh. isinya g mutu gitu.. oke, saya hanya manusia biasa yang sedang belajar menulis. terlepas dari apa isi blog ini dan siapa yang membacanya, saya tidak peduli.. :D
saya hanya belajar menulis dengan asumsi blog ini halaman pribadi saya. itu aja.. :D dengan harapan apa yang saya sharekan juga bermanfaat bagi yang membaca gitu...
saya belum berani menulis hal-hal serius.. karena merasa belum mampu..

oke, langsung saja, akhir2 ini ada kejadian-kejadian yang membuat ganjal dalam pikiran saya. yah ini tentang kata 'perasaan'. hey.. ayolah kalian pasti pernah memiliki sebuah perasaan,entah itu sedih, bahagia atau campur aduk. oke?

sebenarnya darimana sih munculnya perasaan-perasaan itu. lets we see...
saya pernah membaca status seorang teman, sehingga muncul asumsi saya, perkataan, baik berupa cacian ataupun pujian, tetplah sama. hanya berupa getaran suara yang merambat dari mulut seseorang melalui udara dan tertampung di telinga kita. lalu apa yang salah dari kata yang menyakitkan dan kata yang menggembirakan? itu adalah dari pola pikir kita. ketahuilah, perkataan baik atau buruk, mereka tetap sama sebagai sebuah suara yang merambat di udara. jadi untuk menerimanya sebagai seuatu yang menyakitkan atau membahagiakan itu kembali kepada pikiran kita sendiri. disini kita tidak melihat perkataan siapa yang menyakiti siapa. tapi lihatlah lebih jauh kedalam pikiran dan dugaan-dugaan kita sendiri. oke?

lalu bagaimana perasaan yang timbul akibat dari tingkah laku, bukan ucapan.?
sip.. katakanlah tingkah laku itu adalah bayangan yang terpantul ke mata kita karena adanya efek cahaya (entah cahaya matahari ataupun lampu). percayalah, tingkah laku, ekspresi atau yang lainnya itu hanya pantulan bayangan yang tertangkap oleh mata kita. baik itu tingkah laku yang baik maupun yang buruk. lalu disini siapa yang salah atas tingkah laku yang mungkin menyakiti kita? atau siapa yang benar atas tingkah laku yang membuat bahagia?
ya,,, kembali lagi pada diri kita sendiri. kitalah yang membuat kita bahagia karena prilaku org lain. dan kitalah yang membuat diri kita merana karena prilaku orang lain. oke?

sekarang coba bayangkan saat kamu melihat seseorang bertingkah laku menyebalkan kepada org lain. kamu pasti hanya akan menganggapnya sebagai 'tontonan'. tapi ketika hal itu terjadi padamu, kamu melihtnya sebagai 'kehidupan'. apa bedanya? disinilah letak perasaan itu muncul, yah karena pada dasarnya manusia adalah memang makhluk dengan perasaan, tidak mngkin jika manusia tidak merasakan hal-hal aneh. tapi bukankah dengan perasaan yang berlebih, anda akan jadi lebih terpuruk?

lalu bagaimana mengatasinya. hmmm...
jadi bagaimana kalau kita mencoba menganggap semua hanya bayangan dan suara. ketika sesorang berkata padamu dengan perkataan yang tidak menyenangkan. tangkaplah itu hanya sebagai suara yang merambat lewat udara. dan ketika seseorang berperilaku tidak menyenangkan, anggaplah itu bayangan yang terpantul oleh cahaya, oke?
jadi intinya jangan anggap hal-hal yang dapat melemahkanmu itu sebagai suatu 'kehidupan' tapi jadikan sebagai 'tontonan'. karena dengan menjadikan semua itu tontonan, kamu tidak perlu merasakan sakit dan sedihnya.. kamu hanya dapat merasakan melihatnya, dan mengambil pelajaran darinya... oke? ;)

be strong siss.... \^o^/

and I


to cry I must be so weak.
to smile I must be so cheer.
to laugh I must be so happy.
to do thats all I must be so STRONG...

Flower Four ~ F4



Lets begun, cerita kali ini tentang masa-masa aq dulu ngefans sama sebuah grup vocal asal Taiwan. Siapakah mereka? Okey, aq mulai tertarik pada group vocal ini saat mereka membintangi serial drama Meteor Garden. Group vocal ini terdiri dari 4 orang, yaitu Jerry yan, Vic zhou, Vannes wu dan Ken zhu. Yapz, nama grup vocal ini adalah F4, aq g tau kepanjangan dari F4 itu apa, ada yang bilang itu singkatan dari Flower four, 4 pria yang bisa tumbuh dengan mempesona dan memukau siapa saja yang memandang seperti layaknya bunga yang bermekaran. Ada juga yang bilang itu singkatan dari Fantastic four, empat orang yang lehadirannya mengejutkan dan dapat membuat banyak orang kagum terhadapnya. Whatever lah… apapun maknanya, tetep aja dulu aq ngefans berat sama mereka ini.

Seberapa ngefans sih aq ke F4 ini?

BANGET. Ngefans yang pake

Hello world... my name is Riza.
nama saya Riza Anila, saya dilahirkan di sebuah desa Transmigrasi di kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. desa itu bernama desa Sausu Trans. terletak sekitar 3 jam dari kota Palu, dan 3 jam dari kota Poso.
saya dilahirkan pada tahun 1990, di bulan Juni. masalah tanggal, saya memiliki 2 versi tanggal lahir, yaitu 26 dan 29. pada masa masa sekolah dulu saya lebih suka dengan tanggal 26. tapi entah mengapa setelah memasuki tahun kedua di perkuliahan, saya lebih suka memakai tanggal 29 sebagai tanggal lahir saya.
sewaktu kecil, saya adalah anak ke 6 dari 11 bersaudara. namun yang bertahan hidup sampai sekarang ada 9 orang, yaitu 4 kakak saya, kemudian saya sendiri, dan 4 adik saya. saya adalah center Line dalam urutan saudara saya.
saya memiliki kepribadian yang nakal, pemurung, sensitif, cengeng, suka mengadu dan mudah tersinggung. saya ingat, saya selalu berkaca-kaca jika mengikuti lomba di taman kanak-kanak tanpa di dampingi ibu saya. dan saya selalu menangis ketika di jahili oleh teman saya. saya mudah tersinggung dan suka mengadu kepada orang tua ketika kakak menjahili saya.
sebelum menginjak sekolah dasar, saya selalu di jahili oleh saudara-saudara saya. pernah suatu ketika, saat saya belum sekolah dan belum memiliki adik, kakak tertua saya yg saat itu pulang dari Jogjakarta, membawakan oleh-oleh boneka2 kecil yang lucu dan imut. boneka itu memiliki berbagai macam bentuk dan warna, ada boneka gajah berwarna hitam, banteng berwarna coklat, dinosaurus berwarna biru, dan burung berwarna hijau. saat itu kami masih di dalam mobil dalam perjalanan dari pelabuhan menjemput kakak dan hendak pulang kerumah yang berjarak kurang lebih 3 jam. saat itu, ayah yang menyetir mobil kami dan menghentikannya di bawah pohon besar di pinggir sungai. saya dan saudara yang lain segera turun menikmati pemandangan indah di bawah pohon sambil melepas penat dari dalam mobil. saking enaknya bermain, saya tidak sadar kalau ternyata semua kakak saya sudah masuk kedalam mobil. tidak berapa lama saya pun menyusul masuk. saya terkejut ketika melihat ketiga kakak saya, masing - masing memegang satu boneka kecil yang lucu. lalu saya tanyakan pada ibu, dimana boneka untuk saya. ibu menunjuk sebuah kardus yang telah di obrak abrik, kata beliau bonekanya ada disitu. dengan semangat saya mencari-cari boneka milik saya. saat ketemu, saya terkejut karena mendapati boneka yang tersisa adalah boneka burung berwarna hijau. ia tidak memiliki sayap, hanya memiliki paruh dan buntut. dan lagi ia tidak memiliki kaki, sehingga boneka itu tidak dapat berdiri. terlebih lagi saat ku lihat-lihat, bonekaku hanya memiliki satu mata karena mata yang satu copot. berbeda dengan boneka ketiga kakak saya yang bisa berdiri karena memiliki kaki dan bentuknya sempurna. dengan wajah sedih saya mengadu pada ibu.
"ibu, mata bonekanya hilang satu, saya mau tukar dengan punya kakak yang bagus itu". lalu dengan sigap kakak lelakiku menjawab,
"jangan... jangan di tukar.. bonekamu itu sudah bagus.. leih bagus dari punya kami.."
"tapi bonekaku tidak bisa berdiri..." jawabku sambil mencoba memberdirikannya. kakak lelakiku mengambil boneka burungku.
"justru ini bagus banget... coba km liat, dia bisa terbang...." katanya sambil menerbangkan boneka burungku di tangannya. aku masih tidak puas dan menginginkan boneka kakak lelakiku yang berbentuk dinosaurus mungil berwarna biru. "bonekamu paling bagus nih,,,, bisa terbang,,, padahal boneka yang lain kan g bisa terbang.. jadi bonekamu yang menang..." lalu karena ketidak berdayaan aku pasrah dan menerima apa yang telah tersisa untukku itu. namun kakak2 ku berpesan, jika suatu saat aku ingin bertukar boneka dalam bermain, mereka akan mengizinkanku. dengan sangat bahagia aku meminjam satu persatu boneka mereka, kemudian setelah puas memegang dan memandangi boneka-boneka itu, aku kembali ke pangkuan ibuku dengan boneka burung di tanganku. kemudian kami melanjutkan perjalanan dan sampai di rumah dengan selamat.

Template by:

Free Blog Templates